Aku bukan nasionalis, aku bukan katolik,bukan sosialis, aku bukan budha, bukan protestan, bukan westernis. aku bukan komunis. aku bukan humanis. aku adalah semuanya. mudah-mudahan ini yang disebut Muslim. _Ahmad Wahib, 1942-1973_
Rabu, 04 September 2013
Minggu, 16 Juni 2013
Istiqomah dan bagaimana memaknai falsafah hidup
Orang bijak mengatakan beberapa hal tentang makna,
hidup itu adalah sebuah pilihan, Pilihlah jalan hidupmu untuk masa depanmu yang
lebih bermakna, Hidup adalah sebuah perjuangan, berjuanglah untuk masa depan
hidupmu yang lebih baik. Hidup adalah kenangan, maka lukislah dan buatlah
kenangan seindah dan se-menarik mungkin di setiap inci anda hidup, Hidup adalah
merunduk seperti padi, terbang tinggi seperti burung camar, jalani hidup dengan
tawaduk dan merunduk seperti padi, dan terbanglah setinggi mungkin merebut
cita-cita dan harapan.
Orang yang mampu memaknai hidup akan tahu, paham,
serta mengerti bagaiamana harus mengarungi perjalanan hidupnya, orang yang
mampu membaca keadaan sekitar akan mampu memposisikan dirinya dalam kehidupan
sosial, Orang bisa memilih jalan hidup dengan baik, ia akan akan mendapati
jalan yang tepat dan benar, orang yang
mau berjuang dalam hidup, ia akan mendapatkan apa-apa yang dia perjuangkan
dalam hidupnya, orang yang berhasil membuat kenangan indah dalam hidupnya, ia
akan tersenyum disaat semuanya telah berakhir dan orang yang tawaddu’ serta
optimis menggapai cita-cita, sejarah akan menulisnya dalam kisah hidup dunia.
Sebaliknya, orang yang hidup tanpa tidak bisa
memilih satu pilihan yang benar dalam hidup, ia akan terus terjerumus dijalan
yang ia pilih, orang yang tidak mampu membaca hidup sekitar ia akan mengalami
kesulitan beradaptasi dengan lingkungan, orang yang tidak mau berjuang
mengalahkan hidup, ia akan merasakan betapa hidup in amat keras dan teramat
sulit, Dan Orang yang Hidup dengan takabbur serta sombong suatu saat ia akan
melihat balasan kesombongannya itu. Orang yang hidup tanpa mau memahami makna
dan falsafah hidup, hidupnya seakan berjalan tanpa lurus tanpa bisa mengambil
pelajaran hidup, karena tidak memaknai kehidupan.
Seorang yang memiliki komitmen dan jati diri kuat
akan tahu kemana ia harus berjalan, kemana ia harus melangkah serta kemana ia
menentukan sebuah pilihan, ia akan
memilih satu titik untuk ia jalani, untuk ia tempuh hingga mencapai nilai
akhir, Ia tahu bagaimana ia harus bertindak fokus dan istiqomah dalam menjalani
pilihannya, ia benar-benar menyadari bahwa komitmen fokus dan istiqomah
menjalani sebuah pilihan adalah satu titik terang menapaki tangga-tangga hidup,
The Power of Focus
ketika menjalani sebuah kehidupan sering kali kita
dihapkan dengan beberapa problematika hidup, pilihan hidup serta, serta
beberapa langkah yang harus ditempuh, terkadang banyak rencana serta
angan-angan yang dibuat serta ditumpuk namun hanya sekedar angan angan tanpa
aksi dan “Eksekusi”. Angan-angan tetaplah menjadi angan-angan, Mimpi akan tetap
menjadi mimpi manakala kita tidak melangkah, manakala kita tidak bangun,
bukankah cara terbaik dalam menggapai mimpi menjadi kenyataan itu adalah “Bangun”.
Para mahasiswa yang hidup dalam sebuah atmosfer
akademik yang kental, akan dipertemukan dengan beberapa pilihan, antara kuliah,
jalan-jalan, dan mungkin bermalas-malasan, antara membagi waktu kuliah, kerja
dan menyelesaikan tugas-tugas yang disuguhkan. Dalam hal ini mahasiswa
diharapkan tidak hanya mampu bergelut dalam kajian-kajian teoritis, yang berada
di jurusan saint dan teknologi atau
eksakta tidak hanya bergelut dalam dunia saintifis saja, laboratorium dan teori
hanya sebagai alat yang mengantarkan kepada bagaimana menarik benang merah dari
apa yang sedang dipelajarinya, Disini mahasiswa diharapkan pula mampu untuk
memaknai serta “menafsiri” setiap peristiwa yang ada di sekelilingnya serta
menjadikannya suatu pelajaran hidup untuk dirinya dan orang disekitarnya.
Diamanapun kita
belajar pada dasarnya akan dihadapkan pada beberapa pilihan yang terkadang
membuat kita bingung dalam memnetukan langkah, diamanapun kita berada akan kita
temui beberapa pelajaran yang bisa temui, bisa kita petik, serta jadikan
pelajaran bermakna untuk bekal hidup selanjutnya, Ke-istiqomahan, Fokus serta komitmen untuk menyelesaikan masalah. Mahasiswa
Seharusnya tidak hanya mampu untuk hidup disatu hari saja tanpa prediksi dan
pandangan jauh tentang masa depan, namun mahasiswa harus memiliki insting yang
tajam tentang masa depan.
Begitulah kemampuan dalam memahami makna serta
falsafah hidup dengan memahami alur kehidupan sekitar kita bisa memiliki
pelajaran yang luar biasa dari setiap hikmah yang bisa kita ambil, kita petik
serta kita teladani, orang pintar itu selalu membaca, menelaah serta meneliti,
namun membaca bukan terbatas hanya memahami teks dalam sebuah tulisan, namun
bagaimana menafsiri kontek dalam alunan nada-nada hidup. (Al ‘Alaq;1)
Minggu, 19 Mei 2013
Wasiat Terakhir Imam Al-Ghazali
Imam Ghazali terbangun pada dini hari dan
sebagaimana biasanya melakukan shalat dan kemudian beliau bertanya pada
adiknya, “Hari apakah sekarang ini?”
Adiknya pun menjawab, “Hari senin.”
Beliau kemudian memintanya untuk mengambilkan sajadah putihnya, lalu
beliau menciumnya, Menggelarnya dan kemudian berbaring diatasnya s…ambil
berkata lirih, “Ya Allah, hamba mematuhi perintahMu,”
… dan beliau pun menghembuskan nafas terakhirnya.Di bawah bantalnya mereka menemukan bait-bait berikut, ditulis oleh Al-Ghazali ra., barangkali pada malam sebelumnya.
“Katakan pada para sahabatku, ketika mereka melihatku, mati Menangis untukku dan berduka bagiku
Janganlah mengira bahwa jasad yang kau lihat ini adalah aku
Dengan nama Allah, kukatakan padamu, ini bukanlah aku,
Aku adalah jiwa, sedangkan ini hanyalah seonggok daging
Ini hanyalah rumah dan pakaian ku sementara waktu.
Aku adalah harta karun, jimat yang tersembunyi,
Dibentuk oleh debu ,yang menjadi singgasanaku,
Dibentuk oleh debu ,yang menjadi singgasanaku,
Aku adalah mutiara, yang telah meninggalkan rumahnya,
Aku adalah burung, dan badan ini hanyalah sangkar ku
Dan kini aku lanjut terbang dan badan ini kutinggal sbg kenangan
Puji Tuhan, yang telah membebaskan aku
Dan menyiapkan aku tempat di surga tertinggi,
Hingga hari ini , aku sebelumnya mati, meskipun hidup diantara mu.
Dan menyiapkan aku tempat di surga tertinggi,
Hingga hari ini , aku sebelumnya mati, meskipun hidup diantara mu.
Kini aku hidup dalam kebenaran, dan pakaian kubur ku telah ditanggalkan.
Kini aku berbicara dengan para malaikat diatas,
Tanpa hijab, aku bertemu muka dengan Tuhanku.
Tanpa hijab, aku bertemu muka dengan Tuhanku.
Aku melihat Lauh Mahfuz, dan didalamnya ku membaca
Apa yang telah, sedang dan akan terjadi.
Biarlah rumahku runtuh, baringkan sangkarku di tanah,
Biarlah rumahku runtuh, baringkan sangkarku di tanah,
Buanglah sang jimat, itu hanyalah sebuah kenang2an, tidak lebih
Sampingkan jubahku, itu hanyalah baju luar ku,
Letakkan semua itu dalam kubur, biarkanlah terlupakan
Letakkan semua itu dalam kubur, biarkanlah terlupakan
Aku telah melanjutkan perjalananku dan kalian semua tertinggal.
Rumah kalian bukanlah tempat ku lagi.
Janganlah berpikir bahwa mati adalah kematian, tapi itu adalah kehidupan,
Janganlah berpikir bahwa mati adalah kematian, tapi itu adalah kehidupan,
Kehidupan yang melampaui semua mimpi kita disini,
Di kehidupan ini, kita diberikan tidur,
Di kehidupan ini, kita diberikan tidur,
Kematian adalah tidur, tidur yang diperpanjang
Janganlah takut ketika mati itu mendekat,
Janganlah takut ketika mati itu mendekat,
Itu hanyalah keberangkatan menuju rumah yang terberkati ini
Ingatlah akan ampunan dan cinta Tuhanmu,
Bersyukurlah pada KaruniaNya dan datanglah tanpa takut.
Bersyukurlah pada KaruniaNya dan datanglah tanpa takut.
Aku yang sekarang ini, kau pun dapat menjadi
Karena aku tahu kau dan aku adalah sama
Jiwa-jiwa yang datang dari Tuhannya
Badan badan yang berasal sama
Baik atapun jahat, semua adalah milik kita
Aku sampaikan pada kalian sekarang pesan yang menggembirakan
Karena aku tahu kau dan aku adalah sama
Jiwa-jiwa yang datang dari Tuhannya
Badan badan yang berasal sama
Baik atapun jahat, semua adalah milik kita
Aku sampaikan pada kalian sekarang pesan yang menggembirakan
Semoga kedamaian dan kegembiraan Allah menjadi milikmu selamanya.
Kamis, 09 Mei 2013
Ibrahim Pernah Atheis, Apa benar? (Konsep ketuhanan dan Kekuaasan Tuhan)
Saat ditanya tentang kebenaran dan adanya
suatu hakikat tentu saja setiap orang tidak bisa menelannya dengan satu tegukan
tanpa memiliki pengetahuan serta banyak hal yang diketahui dari suatu objek
tersebut, dalam atmosfer pendidikan banyaknya aliran serta pertukaran mindset, pendapat serta pengetahuan yang bebas tanpa
adanya mediasi serta “Filter” yang seharusnya menengahi serta menyaring sebuah pemikiran dan seharusnya bisa
dikendalikan, namun malah membuatnya beralih
ke jalan yang perlu untuk diluruskan, perlu digaris bawahi bahwa Tuhan sendiri
memiliki 3 kosep yang menjadikannya dikenal Tuhan berbeda dengan segala yang
ada kecuali Dia, adapun 3 konsep tadi adalah:
1. Mutlak: mutlak disini diartikan sebagai absolut tidak terbatas La haula
wala Quwwata illa Billahi
2. Distinct; distinct disini adalah berbeda Tuhan sudah pasti berbeda dengan
ciptaan-Nya, karena segala sesuatu selain Dia adalah mahkluk sedangkan
Dia sendiri adalah sang Khaliq.
3. Unique; disini diartikal sebagai zat yang tunggal tak ada menyerupai Dia,
Dia-lah yang satu.
Banyak hal
yang dirasakan di beberapa kampus tentang pertanyaan yang mungkin saja belum
terlintas dalam pikiran seorang pelajar muslim, seperti halnya bagaimana
sejarah Tuhan? Kenapa kita harus sholat dengan menutup aurat dsb, pertanyaan- pertanyaan
seperti itu sebenarnya kerap kali menjadi sasaran empuk para orientalis, serta
bahan serangan Kristenisasi sebagai “tombak” penggoyah keyakinan bagi pelajar
muslim yang mungkin saja perlu mengkaji lebih jauh bagaimana menyaring
perdebatan serta diskusi “lesehan” yang mungkin saja membuat keyakinan menjadi
goyah bahkan berubah, naudzu billahi min dzalik.
Rabu, 08 Mei 2013
Memahami jalan yang lurus
Setiap hari paling sedikit 17 kali kaum muslim
bermohon agar diantar menuju “Shirat al Mustaqim’’ yang bisa
diterjemahkan dengan “jalan yang lurus”
menarik untuk diketahui bahwa dalam basa Al Qur’an, kata “shirat” berati
“Jalan yang lurus”, katakanlah semacam “jalan tol”
. kata ini terambil dari kata akar yang berarti “menelan”. Seakan-akan,
karena luasnya, ia menelan pejalan yang lalu lalang disana. Seorang yang
menelusuri jalan tol, bila tersesat, dia akan sampai ke tujuan dengan cepat
karena jalan tersebut bebas hambatan
Al-Quran juga menggunakan istilah ”sabil”
dalam arti “jalan”. Namun jika diamati, kata ini berbeda dengan Shirat- digunakan oleh Al Quran dalam bentuk tunggal
dan jamak serta dirangkaikan dengan sesuatu yang menunjuk kepada Tuhan seperti
kata “Sabilillah” dan “Sabula rabbina”, atau juga
dirangkaian dengan hamba-hamba Tuhan yang taat dan yang durhaka ( sabil al
muttaqin dan sabil al mujrimin) . Kalau demikian halnya,
ternyata banyak “Sabil” (banyak jalan). Dan banyak jalan menyebabkan
seseorang harus selalu berhati-hati jangan sampai terjerumus ke jalan yang
sesat. Carilah jalan lurus yang tidak berliku-liku agar selamat.
Selasa, 07 Mei 2013
Prof. Quraish Shihab: “Musibah; Rahmat atau Murka Tuhan?”
Musibah dalam bahasa Indonesia
diartikan “bencana”, “kemalangan”, “cobaan”. Dalam Al-Quran ada 67 kali kata
yang seakar dengan kata musibah dan 10 kali kata musibah. Musibah pada mulanya
berarti “sesuatu yang menimpa atau mengenai”. Sebenarnya sesuatu yang menimpa
itu tidak selalu buruk. Hujan bisa menimpa kita dan itu dapat merupakan sesuatu
yang baik. Memang, kata musibah konotasinya selalu buruk, tetapi karena boleh
jadi apa yang kita anggap buruk itu, sebenarnya baik, maka Al-Quran
menggunakan kata ini untuk sesuatu yang baik dan buruk (QS. Al-Baqarah :
216)
Al-Quran mengisyaratkan bahwa tidak disentuh seseorang oleh
musibah kecuali karena ulahnya sendiri, tetapi disisi lain, ketika Al-Quran
berbicara tentang balâ`, dikatakannya musibah itu datang dari Allah
swt. Tidak ada musibah yang terjadi kecuali atas izin Allah ketika kita
berbicara tentang bala (yang diartikan juga bencana). Sebenarnya bala pada
mulanya berarti “menguji” bisa juga berarti “menampakkan”. Seseorang yang diuji
itu dinampakkan kemampuannya.
Itu sebabnya Allah swt menyatakan: “Allah yang
menciptakan hidup dan mati untuk menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih
baik amalnya.” (QS. Al-Mulk : 2). Kita lihat ujian/bala datangnya dari
Tuhan. “Kami pasti akan menguji kamu sampai Kami tahu siapa orang-orang
yang berjihad di jalan Allah dan bersabar.” (QS. Muhammad : 31) Allah
menurunkan bala tanpa campur tangan manusia. “Kami pasti menurunkan sedikit
rasa takut, sedikit rasa lapar… Berilah berita gembira kepada orang-orang yang
sabar.” (QS. Al-Baqarah : 255)
Jumat, 03 Mei 2013
Peran Mahasiswa Sebagai Tunas Bangsa
Indonesia
dan SDA
Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang
memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat melimpah tentu memiliki
keberuntungan yang amat sangat luar biasa, dari sini kita bisa melihat secara riil dimana pada sepanjang penjuru Indonesia memiliki banyak sumber daya alam
yang harus dimanfaatkan dan bisa dijadikan sebagai modal untuk menjadikan
bangsa ini menjadi bangsa yang lebih maju, menjadikan pemasukan negara yang
semakin melimpah, kerjasama yang luas dan semakin dikenal di ranah
Internasional, Sumber Daya Alam (SDA) yang telah ada di negeri kita bisa
dimanfaatkan dengan baik dan bisa menjadi pemasukan besar bagi bangsa jika saja
pengelolaannya dilakukan secara benar, jujur serta tidak “ceroboh”
SDA yang
melimpah di Indonesia ini ternyata sudah tercium oleh bangsa-bangsa lain, itu
sebabnya mengapa Belanda sangat ingin memiliki ranah Indonesia sebagai tanah
airnya, begitu pula jepang yang rela mati-matian untuk merebut bumi indonesia
untuk mereka miliki, mereka tahu, mereka paham betul letak negara Indonesia
yang begitu strategis, begitu luar biasa, banyak tambang-tambang yang dimiliki
Indonesia, tambang-tambang minyak, batubara, Timah dan Emas, selain itu letak
Astronomis Indonesia yang strategis menjadikan Indonesia memiliki ruang lingkup
yang indah, alam yang asri, tanah subur yang mampu menumbuhkan banyak tanaman,
buah, bunga, serta rempah-rempah sebagai pemasukan negara yang sangat
menguntungkan, selain itu di semenjung pantai di sepanjang pinggiran pulau
Indonesia sangat berkompeten untuk menghasilkan garam yang luar biasa, secara
kasat mata mampu menghasilkan garam yang lebih dari cukup untuk kebutuhan
negeri ini bahkan diprediksikan mampu di-ekspor ke negara-negara luar
yang seharusnya membutuhkan, tidak hanya itu perairan laut yang dimiliki bangsa
Indonesia memiliki potensi yang sangat besar, ikan-ikan laut bisa menjadi
sarana serta aset besar untuk meningkatkan ekspor ke luar negeri, ikan
hias, juga terumbu karang yang indah juga memilki suntikan positif untuk
perkembangan dan kemajuan Indonesia.
Langganan:
Postingan (Atom)






