Rabu, 25 Juli 2012

Ada Allah diantara kita


Dari warna langit yang mulai memerah itu aku merenung didepan teras rumah, memandang lekat pemandangan yang setiap hari menyapa, namun tak semua orang mau menikmati keindahan sore yang setiap hari datang menjelang adzan maghrib dikumandangkan,
waktu yang terus berlalu membuatku sadar dari lamunan yang sedari awal membuatku tenggelam dalam sebuah kenangan dimana kau selalu ada dan hadir disampingku, hari-hari dimana kita pernah lalui kala itu telah berhasil mengukir seribu tawa, ceribu canda dan membuatku enggan melupakan senyum sabitmu yang telah mendarah daging dalam hati ini.
Sempat terbesit dalam lamunanku kala itu, kau yang selalu hadir dengan senyum manis, wajah ceria dan selalu menyita pikiranku, sempat aku berfikir tentangmu, bahwa engkau sahabat terbaikku yang selalu berhasil dan membuatku selalu berada dalam sebuah senyum dan kegembiraan, kau yang selalu membuatku sadar bahwa sungguh perlu disesalkan kalau saja hidup ini dilalui dengan sebuah kesedihan dan kegundahan, kau-lah yang hadir mengubah hidupku, mengubahku menjadi sosok yang menjadi lebih periang dan selau menghadapi hari-hari penuh dengan semangat.
Namun entahlah, dari mana angin ini berhembus dan dari mana aroma ini ter-endus, aku merasakan hal yang berbeda kali ini, rasa yang hadir kali ini tentangmu, tentang dirimu yang selalu hadir dalam setiap hari-hari dan satiap waktu dimana aku merasa sendiri, bibir ini terasa kaku untuk berucap bahkan mata ini tak sanggup berkedip setelah aku menyadari bahwa apa yang aku rasa kali ini adalah anugerah Allah yang maha Indah, namun entahlah aku tetap bingung dan “sempat” malu pada diriku sendiri untuk  mengakui , mengapa aku harus meiliki rasa ini kepadanya, sesaat aku menepis anggapan “konyol” ini namun inilah yang terjadi, aku tidak bisa membohongi diriku sendiri, meski bibir ini selalu berkata tidak, namun mata dan hati ini jelas menjadi gambaran apa yang sedang aku rasakan.
Subhanallah, aku menghela nafas dalam-dalam, benarkah ini terjadi, benarkah ini nyata, atau hanya pandangan dan anggapanku sesaat tentangnya, aku belum sepenuhnya percaya tentang rasa ini, belum bisa memastikan kalau aku harus tenggelam dalam sebuah rasa yang “kata orang” begitu indah dan menakjubkan, ya memang begitu karena aku belum pernah sekali-pun meneguk serta merasakan sejatinya sebuah rasa cinta seorang kekasih, kini aku berada di mulut pintu itu, aroma dan rasanya mulai tercium, namun aku belum meyakini, dalam setiap sudut kebingunganku aku masih bertanya benarkah ini sebuah ketulusan cinta yang kini mulai tumbuh atau hanya sekedar hawa nafsu yang sesaat datang dan kembali menghilang.
Kini aku mulai merasa gelisah serta bingung, yang ada hanya bayangmu yang selalu hadir menemaniku, senyum sabit yang selalu kau layangkan kini selalu berada disetiap jarak aku memandang, kau bagai serpihan logam bagiku tak bisa kulepas tak bisa aku pergi darimu, dalam kegelisan ini, kucoba ciptakan sebuah dimensi kebahagiaan, mencoba menata hati dan pikiran membuatnya lebih tertata dan rapi, mencoba memikirkan sekedarya saja, mencoba kembali pada pemilik rasa dan pemilik hati.
Dalam hening malam dan dinginnya angin kala itu, kucoba teteskan bercak-bercak air dari kran yang mulai berkarang itu, kuusap dari tubuh ini dari muka sampai ujung kaki, berniat mensucikan diri menghadap-Mu, sesekali kudengar cicit burung yang bertengger didahan pohon depan kamarku, ia seakan tahu tentang hadirku malam itu, aku melanjutkan langkahku dengan sarung abu-abu dan peci yang mulai lusuh itu, aku mengawali takbir menghadap-Mu, mencoba tenggelam dan bersua dengan-Mu, izinkan aku membasahi sajadah bersimbah air mata dalam sujud, aku bertakbir seluruh jiwa dan raga, karena sungguh mendambakan-Mu, merindukan-Mu, kini aku mencoba pasrahkan diri pada-Mu tentang rasa, tentang cinta yang kini aku rasakan, dari manakah awal ia datang, anugerahkah atau hanya sekedar nafsu. Izinkan aku tunduk memohon ampun lafadzkan taubat dan istighfar.
Dari sekian rentetan malam yang telah aku datangi, tak ada yang aku harapkan kecuali petunjuk dari-Mu, jalan mana yang harus aku pilih dan benarkah semua ini berawal dari ketulusan dan kesungguhan hati, dan hingga sat ini, sampai sekarang jari-jari ini menulis, sedikit-demi sedikit aku menemukan jawaban dari-Mu, bagaimana aku berbuat serta bagaimana aku harus melangkah. Dan kini mulai aku sadari InsyaAllah rasa ini berawal dari kesungguhan niat atas anugerah-Mu, perlahan aku mencoba membaca rasa ini, perlahan dan perlahan hingga aku meyakini apa yang aku rasakan kali ini benar. Kini aku mulai mencoba meyakinkan diri bahwa Engakulah yang telah menghadirkan rasa ini padaku.
Ya Allah, kini aku hanya bisa memohon agar selalu kau jaga kemurnian rasa ini, untuk selalu bisa menjaga bagaimana aku harus  mengaturnya, menata serta menjaga hati ini yang setiap saat selalu berbolak balik, doaku; tetapkanlan hatiku pada agama, juga rasa cinta kepada-Mu, serta jagalah hati ini untuk selalu bisa dengan tulus dan ikhlas menjalankan ibadah hanya kepada-Mu, Ya Allah, izinkanlah hamba mencinta dirinya karena-Mu, karena diri-Mu yang maha pemilik rasa, pemilik hati, dan pemilik kesungguhan ini.
Izinkanlah aku reguh cinta-Mu....

Salam Ta’dzim  ^_^
24 Juli 2012

Rabu, 07 Maret 2012

Mengawali Segala Aktivitas Dengan Basmalah


Ketika peristiwa turunnya ayat pertama surat Al ‘Alaq ayat 1-5, malaikat Jibril meminta Nabi Muhammad S.A.W untuk membaca, namun ternyata nabi tidak sanggup, setelah beberapa kali Jibril meminta nabi untuk membaca, tetap saja beliau tidak mampu untuk membaca, namun setelah ada perintah untuk memulai bacaan dengan nama Allah “ Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan (QS 96:1). Setelah itu nabi mampu serta memulai membaca ayat  tersebut langsung dibawah bimbingan malaikat Jibril.
Dalam surat Al ‘Alaq telah dijelaskan agar kita memulai bacaan dengan menyebut nama Tuhan yang menciptakan, membaca disini merupakan sebuah aktivitas yang bisa melahirkan pengetahuan, dengan banyak pengetahuan akan melahirkan aksi dan perbuatan,  sedangkan makna Tuhan dalam Al Qur’an disini adalah Allah, penguasa semesta alam, Pencipta maha sempurna tanpa cacat sedikitpun. Nama Allah disini biasa kita kenal dengan basmalah atau bismillah yakni Bi Ism Allah Al-Rahman Al-Rahim. Dengan mengucapkan kalimat ini kita tidak hanya mengharapkan sebuah “berkah” tetapi juga menghayati makna didalamnya, sehingga kita dapat mengambil manfaat serta dapat melahirkan sikap serta karya yang positif.
Pada awal kata basmalah, kata bi disini diterjemahkan “dengan”, ada pula pendapat lain yang menerjemahkannya dengan “memulai”. Dengan demikian kata basmalah disini bisa diartikan: “Dengan menyebut, atau atas nama Allah yang maha Al-Rahman serta Al- Rahim”. Dengan mengetahui serta memahami makna basmalah kita menjadi paham benar bahwa sesungguhnya barang siapa yang mengucapkan kata basmalah ketika hendak memulai suatu aktivitas, sesungguhnya ia telah meminta bantuan Allah, dan Allah sedang bersamanya, dengan begitu segala pekerjaan yang diawalai dengan basmalah pasti tidak mengakibatkan kerugian di pihak lain. Karena pada saat itu Allah hadir dan mengawasi kita serta membentengi kita dari hawa nafsu serta ambisi pribadi yang seringkali muncul.
Kata basmalah juga mengandung sebuah kekuasaan, dengan mengucap basmalah tadi kita sadar bahwa kita dalam lindungan Allah, serta berada dibawah  kekuasaannya, disisi lain akan tertanam dalam diri kita rasa kelemahan di hadapan Allah, karena kita sadar tidak ada yang kuasa, tidak ada yang bisa menolong kita kecuali Allah semata, namun tertanam juga rasa percaya diri serta rasa optimisme dalam melaksanakan sebuah aktivitas, karena pada hakekatnya kita berada dalam lindungan Allah, dan segala aktivitas yang berada dalam bimbingan serta bantuan Allah pasti baik, indah dan insyaAllah sempurna.
Allah sebagai Tuhan semesta alam, pemilik segala kuasa serta sifat-sifat sempurna yang Dia miliki, pasti kuasa melakukan segala sesuatu, dalam kata basmalah di dalamnya terdapat dua sifat Allah yakni Al-Rahman serta Al-Rahim, dua sifat tersebut memiliki makna yang nyaris sama namun berbeda dalam pemakaiannya, kata Al-Rahman diartikan sebagai sebagai curahan rahmat yang Allah berikan di dunia secara menyeluruh, artinya tidak hanya sebatas pada seorang mu’min dan muslim saja, sedangkan Al-Rahim disini adalah curahan kasih sayang yang Allah berikan di dunia hanya untuk orang yang beriman saja, tentu ini merupakan sebuah pengharagaan yang luar biasa dari Allah untuk kita sebagai seorang Muslim.
Karena itu mengapa kita tidak selalu mencoba serta berusaha untuk selalu memulai segala aktivitas yang kita lakukan dengan basmalah,dalam belajar, bekerja ataupun aktivitas lainnya, dengan begitu insyaAllah Allah selalu bersama kita, mengawasi, membentengi, serta memberi arahan terbaik dalam setiap pilihan hidup yang kita temui. Semoga kita selalu berada dalam lindungannya. Amien..
salam Ta'dzim

Selasa, 10 Januari 2012

MEMBACA ITU MENULIS DAN BERBICARA


Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan (Q.S.Al-‘Alaq-1) begitulah perintah Allah yang diturunkan kepada nabi kita Muhammmad s.a.w, ayat tersebut juga merupakan ayat pertama yang diturunkan Allah melalui perantara Malaikat Jibril ketika nabi berkhilwat di gua Hira pada malam senin 17 Ramadhan tahun 41 dari hari kenabian, bertepatan dengan 6 agustus 610 Masehi,
Ayat tersebut mengandung sebuah ajaran agar selalu memahami, mendalami dan mampu mengambil sebuah pelajaran dari segala hal, tidak hanya terbatas pada sekedar membaca buku saja, namun juga mampu membaca keadaan, membaca zaman, juga mampu memposisikan diri. Dengan begitu kita bisa menjadi individu yang mampu menjadi orang yang selalu update dalam segala hal.
Kebiasaan membaca dirasakan masih begitu rendah dikalangan masyarakat Indonesia, meski dalam beberapa dekade ini telah mengalami sebuah peningkatan, jika kita melihat pada kebiasaan penduduk negara maju seperti Cina kita akan dapati sebuah kesan yang begitu menarik, kebiasaan membaca yang begitu tinggi sangat terasa, bisa terlihat dari bagaimana orang-orang sekitar memanfaatkan waktu-waktu mereka dengan membaca buku, katakanlah ketika mengantri bus, saat jam-jam istirahat kerja serta sebelum tidur, mereka seakan begitu paham betul bagaimana harus memanfaatkan waktu,
Membaca pada dasarnya melihat serta memahami, mendalami sebuah rangkaian huruf-huruf, tulisan serta angka untuk bisa diambil kandungan yang ada didalamnya, jika orang membaca sebuah novel persahabatan, ia akan mendapatkan banyak hal tentang arti persahabatan itu sendiri, membaca menuntut kita untuk memahami akan pesan yang hendak disampaikan penulis,
Ada hal penting yang harus diperhatikan dalam membaca, yaitu memahami isi bacaan, dengan begitu kita bisa menangkap pesan serta apa yang terkandung dalam bacaan itu, banyak membaca membuat kita banyak tahu, tentang segala hal, tergantung tema buku yang kita sukai, sesekali kita melihat peran seorang pelajar dalam kehidupan sehari-hari, membaca dan membaca itulah yang mereka lakukan, harus mencari bukan menunggu sesuatu, ada sebuah pesan seorang dosen bagi mahasiswanya: “seorang pelajar/ Mahasiswa itu harus menghabiskan 3-4 jam waktunya untuk membaca karena statusnya adalah seorang pelajar”, beda dengan seorang ibu rumah tangga, dimana waktunya dia habiskan untuk mengurus keluarganya. 
Dengan banyak membaca, kita juga banyak tahu tentang banyak hal, kita bisa bergaul dengan siapapun, mampu memahami pembicaraan orang lain, bisa menjawab soal-soal dikelas, lancar dalam presentasi, mahir dalam bicara, bisa membantu teman dalam memecahkan masalah, dan yang paling penting, banyak membaca membantu dalam perjalanan hidup kita, dengan banyak membaca secara tidak langsung kita berusaha membuka peluang-peluang emas di masa depan kehidupan kita, kita bisa menjadi orang yang tahu banyak tentang banyak hal, semua cita-cita yang kita impikan sebenarnya dan pasti bisa kita capai, menggapai cita-cita tentu tak selalu mendapatkan jalan yang lurus, ada banyak pilihan jalan yang membingunkan kita dalam melangkah, diuji dengan berbagai rintangan, hingga akhirnya setelah kita mampu melewati semuanya, kita bisa tersenyum akan segala yang telah kita dapatkan,
Rintangan dan cobaan yang hadir dalam proses pencapaian impian pasti akan kita temui, semua itu perlu adanya sebuah penyelesain yang tuntas, dengan banyak membaca pasti kita tahu jalan apa yang harus kita tempuh, sehingga segala masalah yang kita hadapi bisa terselesaikan dengan baik,
Ada 3 perumpamaan yang (mungkin) bisa kita jadikan patokan dalam/ bagaimana seharusnya kita hidup:
·         JIKA KITA BANYAK DAN TERATUR MAKAN: jika kita banyak dan teratur makan, apa yang kita rasakan? Ya..semua orang pasti tahu, kita akan kenyang, dan tubuh kita sehat juga stamina kita terjaga, itulah jawabannya, setelah kita kenyang dan terus makan, yang kita dapati adalah semakin kenyang, dengan makan teratur dan tepat waktu kita juga bisa “BAB” (Buang Air Besar) dengan lancar, ini sama halnya, MAKAN YANG TERATUR = “BAB” kita juga teratur dan lancar.
·         JIKA KITA BANYAK DAN TERATUR MINUM: jika kita banyak dan teratur dalam mengkonsumsi air minum, apa yang kita rasakan? Hauskah? Laparkah? Tentu tidak, jika kita minum, jawabannya adalah dahaga kita akan hilang, kita merasakan sebuah kenikmatan yang memuaskan, banyak minum membuat aliran darah dan kesehatan tubuh kita baik, selain itu juga bisa melancarkan pembuangan air seni. BANYAK DAN MINUM TERATUR= TUBUH SEHAT= AIR SENI LANCAR. (MASUK AIR= KELUAR AIR)
·         JIKA KITA BANYAK DAN TERATUR MEMBACA: jika kita banyak serta mampu mengatur waktu yang baik untuk membaca, apa yang bisa kita dapatkan? Apakah kita semakin bodoh?, ketinggalan zaman?, tentu tidak, dengan rajin membaca dan teratur/ continue, kita akan dapatkan banyak pengetahuan yang luas, informasi yang banyak, dan hasil dari banyak membaca menjadikan kita sebagai individu yang menarik, pembicaraan kita bermanfaat, selalu membicarakan tentang pengetahuan yang kita dapatkan, terlatih dalam mengolah bahasa dan kata kata, bahkan mampu mengarang tulisan dan artikel yang menarik untuk dibaca, BANYAK DAN TERATUR MEMBACA= BICARA, MENULIS KITA LANCAR, MENARIK, DAN PENUH DENGAN PENGETAHUAN. (MENYERAP PENGETAHUAN= MENGHASILKAN PENGETAHUAN PULA).
Begitulah bagaimana seharusnya kita membaca, dan apa saja yang bisa dapatkan dari banyak membaca, yakinlah bahwa cita-cita anda yang begitu indah “Pasti” bisa anda capai, raihlah dan capailah segera, semua itu mudah tergantung bagaimana anda menyikapinya.
Semoga bermanfaat, Salam Ta’dzim, 04 januari 2012.

Kamis, 29 Desember 2011

BELAJAR KESUKSESAN DARI SEORANG PETANI


Kehidupan manusia yang penuh dengan berbagai ujian dan cobaan kadang membuat kita putus asa serta menganggap hal tersebut datangnya dari Tuhan, kadang kita juga beranggapan bahwa Tuhan tidak sayang kepada kita, pada saat dimana kita diuji dengan berbagai ujian, baik jasmani maupun rohani, kesehatan badan yang kadang terganggu, ataupun gangguan psikis yang yang kadang menimpa kita, anggapan kita seakan-akan  semuanya karena Tuhan, kita terlalu mudah menganggap Tuhan seperti itu, padahal hakekatnya adalah, Dia yang Maha pengasih serta Maha penyayang, Maha bijaksana dan Maha baik, sedangkan kita hanyalah makhluk ciptaan-Nya yang seharusnya patut kita syukuri, mengapa Tuhan mentakdirkan kita terlahir ke dunia ini? Tentu semua bukan hal yang kebetulan saja, ada rencana besar yang tidak kita ketahui, dan sesungguhnya kita adalah individu yang dipilih-Nya untuk terlahir ke dunia, sudahkan kita bersyukur tentang hal itu?
Eksistensi kita didunia sebagai pemimpin yang seharusnya menjaga dan menjadikan tempat yang kita diami ini menjadi makmur dan sejahtera, dimana kita dituntut untuk selalu berbuat yang terbaik bagi sekitar kita, melakukan , dan memberikan yang terbaik bagi semua, berbuat baik pada dasarnya melakukan sebuah aktivitas yang bisa membuat orang lain menjadi senang atas apa yang kita lakukan, namun perlu digaris bawahi, bahwa berbuat baik tidak hanya dilakukan kepada manusia saja, namun alam-pun perlu perlakuan baik dari kita, sebagai penghuni dan pemimpin di muka bumi ini (khalifah fil ardi),
Berbuat sesuatau  pada dasarnya akan memberikan umpan balik kepada apa yang dilakukan, dalam artian kita akan mendapatkan hasil/ balasan dari apa yang kita kerjakan, jika kita menanam pasti kita akan menuai, begitulah pepatah mengatakan, membahas sebuah perbuatan baik, pertanyaannya adalah; “Mengapa Kita harus Berbuat Baik?”
Terciptanya alam dan isinya yang merupakan bukti kekuasaan Tuhan, adalah sebuah amanah besar bagi khalifah (Manusia) dibumi, dimana kedudukan yang kita miliki tersebut harus kita jalankan, merawat dan mengembangkan serta memanfaatkan yang ada, memanfaatkan segala sesuatau disekitar kita, mempelajari apa yang bisa kita pelajari dari alam, juga mengambil hikmah dari hal-hal kecil dalam keseharian kita, merenungi mengapa Tuhan menciptakan ini semua, mengambil sebuah pelajaran dari Tumbuhan hewan dan benda-benda disekitar kita, dari alam kita juga bisa belajar, dan inilah yang dimaksudkan dalam Al-Qur’an,” Afalaa yatadabbarunal Qur’an” mengapa kita tidak mentadabburi/ mendalami Al-Qur’an? Karena dari Al-Qur’an-lsh kita bisa memahami seluruh pengetahuan , karena Al-Qur’an-lah sumber pengetahuan
Dari alam kita bisa belajar banyak hal, begitulah kata orang bijak, kita bisa belajar dari sebuah peristiwa kecil seorang petani yang menanam padi di sawah: Seorang petani mengapa menebar benih padi? Apa yang diharapkan dari benih-benih tersebut? Apa yang dilakukan petani setelah benih-benih tadi ditebar? Semua orang mungkin tahu jawabannya, ya..mereka menginginkan padi yang baik, panen yang sukses, hasil yang sempurna, dan keuntungan yang besar, dengan begitu ia bisa dikatakan sebagai petani yang berhasil, Namun apakah cukup sampai disitu?! Ternyata tidak…, proses adalah kunci bagaimana petani tersebut sukses, penebaran bibit haruslah disertai dengan perawatan yang intensif, menjaga dan membuang tanaman-tanaman pengganggu (gulma) bisa berupa rumput yang tumbuh disela-sela bibit padi yang ditanam atau hal lain yang mengganggu kesuburan tumbuhnya padi.
Dari petani tersebut kita bisa belajar, mengapa kita harus berbuat baik? Ibaratkanlah padi sebagai hal-hal baik yang kita lakukan terhadap orang lain dengan siapa saja kita berinteraksi, kita harus menebar banyak kebaikan dimanapun, kapanpun, dan kepada siapapun, menebar kebaikan dalam artian membuat kita menjadi orang yang bermanfaat, paling tidak kita bisa menyenangkan orang lain dengan menolong atau minimal dengan memberikan seberkas senyuman yang bisa membuat orang lain senang, maenabur benih-benih kebaikan  berarti kita menanam sebuah kebaikan dengan kata lain, suatu saat nanti kita bisa memanen atas apa saja yang sudah kita tanam, selain itu kita juga harus merawatnya, atau menjaga hubungan baik dengan semua orang, diusakan keberadaan kita menjadi sebuah hal yang menyenangkan bagi orang lain, dengan demikian secara tidak langsung kita sudah merawat “benih-benih” kebaikan yang sudah kita tebar, namun juga perlu diingat ada dua hal penting yang juga kita harus lakukan dalam fase-fase ini:
1.      Dalam perjalanan hidup seseorang, pasti menemui jalan yang berkerikil dan mengganggu perjalannan kita, menghambat dan menjadikan perjalanan hidup kita tidak lancar, kadang ada orang yang tidak senang dengan apa yang kita lakukan, biarkan saja, asalkan kita jangan menggganggu mereka, dan asalkan kita sudah bebruat baik pada mereka, selanjutnya apa yang perlu kita perbuat..? hindari dan tinggalkan saja, ya…itulah yang harus kita lakukan, ibaratkanlah jalan berkerikil tadi sebagai rumput yang tumbuh ditengah-tengah padi yang ditanam, kita harus membuangnya, menyingkirkannya dan mencabutnya, agar padi yang kita tanam subur, normal dan sesuai dengan apa yang kita harapkan
2.       Melakukan hal secara istiqomah, berangsur-angsur/ terus menerus atau continue itulah hal yang sulit dilakukan, tak semudah membalikkan telapak tangan, hal itu juga harus kita lakukan, bagaimana cara kita bertindak kepada seseorang, jangan hanya melakukan suatu kebaikan untuk mendapatkan suatu pujian atau maksud tertentu, tapi alangkah baiknya jika apa yang semua kita lakukan itu timbul dari hati dan keinginan, usahakanlah melakukan hal tersebut berawal dari hati nurani, membiasakan diri untuk berbuat baik, sehingga pada akhirnya kita akan terbiasa untuk melakukan hal baik tersebut, awalnya kita membentuk suatu kebiasaan dan pada akhirnya yakinlah kebiasaan yang membentuk kita, jadi pilihlah dan lakukanlah kebiasaan yang baik untuk kehidupan kita yang baik.
Dari paparan singkat diatas bisa ditarik sebuah kesimpulan bahwasannya, setiap menebar benih/ menanam padi pasti akan ditumbuhi tananman pengganggu (gulma), begitupun dengan jalan hidup kita, suatu saat pasti ada hal yang menghambat perjalanan kita menuju sebuah kesuksesan, kita cabut rumputnya, kita buang, dan tinggalkan saja, karena pada hakekatnya “mereka”-lah yang menghambat bahkan merugikan kita untuk menuju sebuah kesuksesan yang kita impikan.
Salam ta’dzim. 29/12/2011.

Rabu, 28 Desember 2011

MENGHADAPI TAHUN BARU, APA YANG SUDAH KITA DAPATKAN DI HARI KEMARIN..?


Pertama dan yang paling utama patut kita ucapkan adalah Alhamdulillah, bersyukur kepada Allah yang maha pengasih dan telah mengasihi kita, maha penyayang dan telah menyayangi kita dan maha berkehendak, dan karena kehendak-Nya juga-lah kita masih bisa menghirup nafas yang begitu segar dan menyehatkan di pagi hari.
Beberapa hari lagi kita akan menyambut datangnya tahun baru 2012 M. Ada 12 bulan yang telah kita lalui, hari-hari yang penuh dengan ragam cerita dan pengalaman serta warna-warni kehidupan yang beragam pula, ada sebias senyuman dan tangisan serta tawa canda yang terukir dihari-hari kemarin yang telah dilalui, kesenangan yang dirasa begitu indah atau sebuah kesedihan yang sesekali datang dan mengukir sebuah kenangan pahit dalam memory hari kemarin, ragam cerita dan memory itulah yang telah dilalui dan akan menjadi kenangan yang tak mungkin bisa kembali.
Sebagai mahasiswa, tentu kita memiliki kenangan tersendiri dalam fase-fase perjalanan kita di kampus, ada tiga hal yang sulit untuk dilupakan dalam kehidupan di sebuah universitas/kampus
·         Pengalaman organisasi
·         Pengalaman akademik
·         Dan pengalaman asmara
Tiga hal inilah yang dirasa banyak mahasiswa/i begitu berkesan, juga merupakan hal yang sangat sering dilakukan dan diperbincangkan, selain itu, tiga hal ini juga memiliki integrasi yang cukup signifikan dan dalam aktivitas sehari-hari bagi seorang mahasiswa/i.
1.       Pengalaman organisasi
Dalam hal organisasi sudah pasti ada hal-hal menarik yang bisa dikenang, bermanfaat dan bisa dijadikan sebuah pelajaran, dimana kita selalu ikut andil serta berperan serta dalam sebuah pergerakan dalam sebuah organisasi, musyawarah, debat, diskusi sampai aksi demo yang dilakukan pasti memiliki kesan tersendiri yang begitu kuat, namun dalam proses tersebut apa yang sudah kita ambil, apa yang bisa kita pelajari dalam sebuah organisasi tersebut? Sudahkan kita bergerak sebagai orang yang berpengaruh didalamnya, atau bahkan menjadi pengikut sejati yang kapan saja siap untuk dimanfaatkan, dari hal tersebut kita dituntut untuk benar-benar memahami bahwa kita harus bisa menjadikan sebuah pengalaman kemarin sebagai guru yang terbaik.
2.       Pengalaman akademik
Di dalam dunia akademik sudah pasti nilai menjadi acuan utama mahasiswa/I dalam belajar, keseriussan dan kesungguhan niat juga kemauan yang tingggi yang dimiliki setiap mahasiswa/i adalah modal utama meraih nilai yang diharapkan, dengan kemauan yang tinggi akan terciptanya sebuah keseriusan dalam belajar, jika kita serius dalam belajar otomatis kita akan mengetagui hal yang perlu kita tahu, dan mendapatkan hasil dari suatu yang kita pelajari usaha tersebut menjadikan waktu kita tidak terbuang sia-sia, selain ada beberapa fakto mengapa mahasiswa semangat dalam belajar:
a.       Faktor keluarga: Dimana mahasiswa menjadi semangat dan tekun karena ter-motivsi orang-orang tedekat di keluarganya, ia selalu berharap bisa membahagiakan kedua orang tua juga saudara-saudaranya juga orang-orang terdekatnya
b.      Faktor individu/intern: Dia  merasa semangat dalam belajar karena sebuah keyakinan yang dia miliki, tekad dan ambisi besar yang dimilki menjadi sebuah pendorong utama dia berusaha menjadi yang terbaik dari baik, biasanya hal ini erat hubungannya dengan pencapaian sebuah cita-cita, seorang yang memiliki jiwa pemenang selalu tak mau kalah dengan teman-yang lainnya, ia merasa harus selalu menjadi pemenang selama ia berusaha, keyakinan seperti ini timbul karena adanya sikap leadership yang tiggi yang dimilikinya.
c.       Faktor sahabat/ teman: dia merasa semangat dan termotivasi karena adanya sahabata yang mendorongnya untuk selalu optimis dan yakin bahwa hasil akhir merupakan cermin dari usaha awal kita, adanya sahabat yang selalu memberi dukungan biasanya lebih berpengaruh dari factor individu yang dimiliki mahasiswa, hal ini merupakan sebuah fakta yang sudah tercermin luas dalam kehidupan mahasiswa/i secara universal, karena pada dasarnya sahabat merupakan factor pendorong secara ekstern dan kasata mata yang selalu tampak oleh panca indera, dalam artian kehadiran sahabat sangat berpengaruh dalam terbentuknya sebuah motivasi.
3.       Pengalaman asmara
Atmosfer sebuah pergurruan tinggi memang tidak lengkap tanpa hadirnya mahasiswa/I yang berkompetent dalam segala hal, dalam setiap kegiatan yang dilakukan, seperti kuliah pagi/ regular, kuliah tambahan, kursus bahasa, organisasi atau acaara-acara lain yang sering dilakukan justru mebuat suasana yang begitu berbeda, tidak semua individu merasakan hal ini, namun secara mayoritas hal tersebut disadari menjadi “ajang” perkenalan lawan jenis, diamana dengan hal tersebut bisa terjadi sebuah ikatan, berawal dari kecocokan dan ketertarikan setiap individu, banyak realita yang menberikan sebuah pandangan bahwa kehidupan dan pengalaman asmara terasa begitu indah ketika di perguruan tinggi, namun pelu digaris bawahi, bahwa kisah asamara tadi harus tetap berada pada norma-norma yang berlaku, baik hokum-hukum Agama juga hukum Negara, dan alangkah lebih baiknya apalabila “pacaran “ yang dilakukan selalu berlandakan pada sebuah kesadaran akan hukum dan norma-norma yang berlaku.
Dari beberapa paparan aktivitas mahasiswa diatas, bisakah kita memetik sebuah pelajaran, apa yang sudah kita dapat di hari hari kemarin kita ber-organisasi, belajar di kelas, dan ber-interaksi dengan teman kita, sudahkan kita menajdi orang yang beruntung hari ini, atau bahkan menjadi orang yang rugi karena menyia-nyiakan waktu yang sudah ada.

“Kenanglah hari kemarin, impikan hari esok, tapi hiduplah untuk hari ini”,
Salam Ta’dzim,,

Selasa, 27 Desember 2011

MENYAMBUT HIDUP DAN MEMPERSIAPKAN KEMATIAN

Sungguh sebuah nikmat yang tak dapat kita hitung dalam keseharian kita, dimana kita selalu dapat melaksanakan apa yang kita kehendaki dengan izin dan kehendak dari-Nya, dalam kehidupan di dunia ini cobalah kita menoleh kepada hari kemarin, di mana saat kita dilahirkan dari dalam kandungan seorang ibu selama kurang lebih 9 bulan, semua orang menanntikan kehadiran kita di tengah-tengah mereka, mereka berharap akan ada anggota keluarga baru dalam kehidupan mereka. Mereka menantikan kelahiran kita dengan rasa cemas dan khawatir, tapi setelah kita lahir, sungguh merupakan suatu kegembiraan yang tidak terhingga, mereka menyambut kita dengan beribu senyum, serta rasa senang yang tidak terhingga tangis kita sebagai manusia yang baru (bayi) membuat mereka senang dan begitu gembira, semua ini tentu merupakan bagian kecil dari Allah s.w.t yang patut kita syukuri. (Sesungguhnya kami telah memeberikan kepadamu nikmat yang banyak. Al-kautsar:1)
Serirng bergulirnya waktu kita tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang sebenarnya (haqiqi) sebagai manusia yang begitu gagah dan kuat dimana kita harus tetap tunduk dan tawaddu’ kepada Allah, janganlah sekali-kali kita sombong akan suatu kelebihan dalam diri kita karena semua adalah milik-Nya , firman Allah:( Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi Allah dengan menyombongkan diri )
Masa muda yang kita alami akan terus berjalan hingga kita menyandang predikat sebagai orang tua dimana kita harus mendidik anak-anak dan istri kita dengan selalu berpedomam pada syariah dan aqidah islam, kita didik mereka sampai kita tua nanti, pada saat itu sungguh kita harus sadari bahwa umur kita tinggal sejengkal tangan, dimana kita herus lebih meningkatkan ibadah kita kepada Allah, beranggapanlah seakan kita akan mati pada esok hari, sehingga kita bias lebih bersungguh-sungguh dan lebih konsentrasi untuk mempersiapkan bekal di akhirat kelakn
Dan pada akhirnya tibalah kita pada janji Allah, dimana kita akan kembali untuk menghadapnya, untuk mempertanggung jawabkan segala amal ibadah kita di dunia, firman Allah ( Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah-pun, niscaya ia akan melihat (balasan) nya, Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrajh-pun niscaya ia akan melihat balasannya pula)

Istimbath: Saat kita lahir kita pasti menangis, dan semua keluarga tersenyum menyambut kehadiran kita, namun saat kita mati nanti bisakah kita mati dengan tersenyum walaupun keluarga dan kerabat kita bersedih atas kehilangan kita?

SEDIKIT BELAJAR DARI KATA ILMU (DALAM BAHASA ARAB)

Ilmu dalam bahasa Indonesia merupakan bahasa serapan yang diambil dari bahasa Arab,yaitu Al-ilmu,pada hakekatnya ilmu merupakan bahasan tentang pengetahuan yang begitu luas, banyaknya ilmu yang ada tak mampu dimiliki oleh seseorang sekaligus, namun orang tersebut bisa menekuni atau bisa memahami dalam satu bidang ilmu pengetahuan dalam arti lain, dia bisa menjadi seorang yang ahli dalam suatu bidang, cakupan mengenai luasnya ilmu pengetahuan telah diterangkan dalam sebuah kitab yang berjudul “KIFAYATUL ATHQIYA’ WA MINHAJULASHFIYA’, ‘ALAHIDAYATIL ADZKIYA’ ILA THARIQILAWLIYA’ “ atau yang lebih kita kenal dengan KIFAYATUL-AKHYAR bahwasannya andaikata pohon-pohon dijadikan penanya dan ailaut dijadikan tintanya, sunggu belum mampu menandingi luasnya ilmu Allah.
Sebagai pemuda, sekaligus generasi penerus yang memiliki jiwa atau semangat yang menggebu, sudah selayaknya bagi kita untuk selalu semangat dalam menjalankan perintahnya,termasuk dalam menuntut ilmu, kita wajib untuk mengobakan panji-panji juang kita untuk meraih kesuksesan yang kita idamkan, kaena pada dasarnya hukum menuntut ilmu itu wajib (Faridotun) bagi seorang muslim dan muslimah.
Dengan dicapainya serta diraihnya ilmu yang cukup, dngan sendirinya ilmu tesbut akan membawa kita pada kesuksesan yang begitu gemilang, membawa kita pada cita-cita yang kita idamkan sejak awal, dan dengan ilmu pulalah kita bisa mendapat petunjuk dari Allah
“Ilmu itu adalah cahaya, Dan cahaya Allah tidak akan turun kepada orang yang bermaksiat.”
Dari segelintir penjelasan di atas, kita bisa menarik sebuah pelajaran bahwa sesungguhnya dalam kata Ilmu, dalam bahasa arab yang terdiri dai huruf ‘Ain, Lam, serta huruf Mim itu ada makna yang mungkin bisa kita ambil manfaat darinya:
1). Huruf ‘Ain: Telihat sepeti mulut yang sedang tebuka, diartikan sebagai, pada saat umur kita lagi muda, kita haus rajin dan tamak erhadap ilmu, seperti lahapnya kita saat kita makan
2). Huruf lam: posisinya menjulang ke atas, dalam artian, jika kita sudah memiliki ilmu, insyaAllah ilmu akan mengantakan kita pada derajat yang tinggi,seperti tingginya posisi huruf lam
3). Huruf Mim: Huruf mim adalah huruf yang memiliki ekor yang menukik ke bawah, saat kita telah berhasil, dan memiliki ilmu tesebut InsyaAllah hati kita akan berubah menjadi tawaddu’ atau rendah diri, karena dengan ilmu tersebut, kita menjadi sadar bahwa, betapa luasnya ilmu yang dimiliki oleh Allah.